Google

Mencari Tulisan :
 





<< July 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31



bujanggamanik@yahoo.co.id

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:











RSS
Atom
rss feed















Wednesday, July 04, 2007
Interupsi, do not add as friend!

Mungkin berawal dari searching, entah itu dengan key words nama, sekolah, tempat kelahiran, alamat e-mail etc., muncullah di hadapan kita berderet photo2 sekaligus juga profilnya yang bikin account di friendster. Lantas tiba-tiba kita sangat asyik betul memperhatikan photo2 yang terkadang narsis itu, dan kemudian memutuskan untuk membaca profilnya setelah sebelumnya memastikan bahwa photo yang mejeng itu layak untuk diakrabi. Kemudian bisa ditebak, setelah itu kita klik link "add as friend" yang ada di halaman fs si empunya. Dan..., sim salabim, serta merta friends list kita semakin berjuben dengan orang-orang yang kita sendiri tidak terlalu mengenalnya atau bahkan tidak kita kenal sama sekali. Sungguh ironis sekali!

Kita harus jujur dan tidak malu mengakuinya bahwa sering kali kita memutuskan untuk gatal meng-add seorang itu menjadi sahabat kita hanya lantaran beberapa photo seorang itu yang meyakinkan kita bahwa seorang itu cute, handsome, pretty, kasep, geulis, cantik, tampan, dan atribut perfect yang lainnya. Sebab dengan demikian, seorang yang ingin mejeng di friendster dari jauh-jauh hari harus sudah mempersiapkan beberapa photo yang tampil begitu perfect. Kenali wajah anda, dari sudut pandang yang mana wajah anda kelihatan begitu cerlang, menakjubkan dan mampu menyihir orang lain untuk betah berlama-lama melototin ur face! Dan seringkali, perempuanlah yang berpraktik serupa itu. Coba kita perhatikan beberapa photo yang mejeng di friendster, khususnya photo-photo kaum Hawa: Ada kecenderungan action mereka berhadapan dengan kamera begitu prototype banget, misalnya dengan posisi wajah yang agak ditekuk menyamping, arah mata melihat ke atas sampai terlihat bundaran bola matanya yang besar (stylish komik jepang abis). Begitulah perempuan dengan satu contoh ingin menampilkan sisi feminimnya, mungkin.

Sedari sekarang, gw mo interupsi: Do Not Add as friend! bila hanya berdasar pada photo yang narsis sekaligus genit. Alih-alih kita tergesa-gesa meng-add seorang menjadi sahabat kita hanya berdasar pada photo setakat itu, alangkah baiknya kita pikirkan dengan masak dan beralasan. Kenapa kita ingin menjadikan seorang itu jadi bagian sahabat kita, apakah nantinya tidak hanya menambah jumlah friends list kita? Atau apa yang bisa kita perbincangkan dengannya, bukankah persahabatan harus ada komunikasi di antara keduanya? Jangan sampai persahabatan itu hanya selesai pada tahap meng-add dan meng-aproove seorang itu, dan kita harus jujur mengakui seringkali hal itu kita praktikkan.

So..., stop praktik "add as friend" yang sekenanya dan semau-maunya, atau kalau perlu deleted friends list yang kita pikir kita tak merasa menjadi sahabatnya!


Dikirim pada 08:10 am oleh [Candra T. Munawar]

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry

|| KOROPAK || MIAING || LINGUISTIK || SASTRA || FILOLOGI || NARASI || PUITIKA || PEPERENIAN || SCHOLAR ||


modified template by Candra T. Munawar since Agustus 2006
from the original template by blogdrive design